ADW’s Procurement Talks 2020

Mencerahkan.
Tidak berlebihan rasanya satu kata itu yang tepat untuk menggambarkan acara ADW’s Procurement Talks 20.20 yang berlangsung di Financial Club Jakarta, 5 Maret 2020.

Sebuah perhelatan dimana setiap expert di bidangnya bersemangat untuk saling belajar, dan memiliki energi berbagi best practice di bidang pengadaan barang/jasa yang telah mereka lakukan.

Berlangsung secara meriah, dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai BUMN/BUMD di Indonesia, ADW’s Procurement Talks 20.20 menjadi kesempatan yang dinanti-nantikan oleh para insan pengadaan.

Acara ADW’s PROCUREMENT TALKS 20.20 merupakan salah satu sumbangsih ADW dalam memperkenalkan konsep Modernisasi Pengadaan di lingkungan BUMN/BUMD dan membantu bagaimana mengaplikasikannya, sehingga Modernisasi Pengadaan bisa memberikan manfaat bagi seluruh BUMN/BUMD di Indonesia.

Dalam keynote speechnya, Kepala LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), Dr. Ir. Rony Dwi Susanto, amat menyambut hangat dengan perhelatan yang digagas oleh ADW ini. Selama ini banyak yang telah diadopsi oleh LKPP dalam rangka modernisasi pengadaan, seperti tender cepat, konsolidasi, dll. Hal-hal baik ini, menurutnya, perlu disebarluaskan, baik kepada lembaga pemerintahan atau swasta. “Sampai saat ini saya masih terus belajar dari berbagai best practice, termasuk saya belajar dari ADW, dan Pak Blesmiyanda dari BPPBJ (Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa) DKI Jakarta misalkan.” Imbuhnya dengan rendah hati. Beliau memaparkan sejumlah terobosan yang telah dilakukan LKPP, sehingga membuka mata seluruh hadirin bahwa modernisasi pengadaan adalah sebuah kebutuhan jika sebuah organisasi ingin menciptakan value melalui fungsi pengadaan.

Setelah keynote speech dari Kepala LKPP dilanjutkan oleh Blesmiyanda dari BPPBJ DKI Jakarta. Dengan ciri khasnya yang santai, Pak Blesmiyanda tak segan menceritakan “dapur” BPPBJ DKI Jakarta, dan perjuangannya bertransformasi dengan membenahi praktik pengadaannya.

Acara kemudian diisi oleh Diskusi Panel mengundang 3 panelis, yaitu Bapak Joddy Hernadi – EVP Digital & Next Business Media PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, Bapak M. Jamil – Direktur Keuangan PT. Semen Baturaja. Tbk , dan Bapak Eddy Prastiyo – Vice President of Procurement PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. Diskusi panel yang mencerahkan tersebut dipandu apik oleh Tatok Kurnianto, Creative Leader ADW. Ada kesamaan dari ketiga panelis ini. Selain ketiganya sama-sama dari organisasi yang pengadaannya bertransformasi bersama ADW, ketiganya pun memiliki energi positifnya yang luar biasa dalam belajar dan berbagi pengalamannya, bahkan membagi rahasia suksesnya. Bapak Eddy Prasityo dari Pembangunan Jaya Ancol menceritakan perjalanan karirnya yang bermula dari user pindah-pindah divisi, hingga akhirnya berada di pengadaan, menjadikannya ingin menjalankan proses pengadaan yang lebih baik sebab dia memiliki frame sebagai user. Menurutnya, modernisasi pengadaan yang berhasil di Ancol, tak lepas dari dukungan digitalisasi pengadaan, yang mana dalam hal ini Ancol mengimplementasikan advance eprocurement iProc dari adw consulting. Hal ini diamini pula oleh kedua panelis lainnya. Telkom mengembangkan TISCM (Telkom Integrated Supply Chain Management) dalam rangka menyederhanakan end to end process serta meningkatkan efisiensi. Adw turut membantu implementasi Strategic Sourcing di salah satu Category Manager di Telkom Group. Adapun Bapak M. Jamil dari PT. Semen Batu Raja berbagi pengalamannya selaku pimpinan yang mendukung perubahan. Beliau diundang sebagai salah satu panelis karena menjadi contoh transformational leader champion dalam perubahan. Sebab perubahan besar, dalam hal ini pengadaan, sulit dilakukan jika tanpa pimpinan yang baik yang memimpinnya.

Dengan ketiga panelis yang berbagi ilmu dan pengalamannya dalam meningkatkan value pengadaan, para peserta antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir. Ternyata energi positif dari penyelenggara dan para pengisi acara bersambut dengan antusiasme para peserta berupa semangat belajar, menyerap segala yang baik.

Pada kesempatan ini juga ADW yang diwakili oleh Katri Iskandar, dan Adrian Gunadi dari Investree, memperkenalkan layanan baru dalam platform eProcurement tersebut, yang disebut dengan Supply Chain Financing (SCF). Layanan SCF ADW akan membantu para buyer & seller agar dapat memperoleh akses pendanaan untuk pengadaan yang memberikan nilai tambah /keuntungan baik di sisi pembeli maupun penjual melalui mekanisme pendanaan yang cepat dan kompetitif. Dalam penyediaan layanan SCF ini ADW bermitra dengan Investree, sebuah perusahaan peer-to-peer lending marketplace terkemuka di Indonesia dan sudah mendapatkan ijin dari OJK.

Melihat animo yang luar biasa ini, tentunya semua sepakat dan berharap agar forum yang mengumpulkan procurement expert BUMN /BUMD ini terus ada.

Selamat kepada ADW yang telah berhasil menginisiasi ajang diskusi rutin bagi praktisi pengadaan seputar konsep dan aplikasi pengadaan modern.

Traning dan Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa

Traning dan Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa

Fungsi pengadaan barang/jasa di organisasi semakin berkembang beberapa tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah, BUMN maupun Swasta. Hal ini terjadi karena tuntutan peningkatan kinerja organisasi yang memerlukan dukungan fungsi pengadaan yang handal. Oleh sebab itu berkembang program Pelatihan dan Sertifikasi Profesi pengadaan barang/jasa, baik sertifikasi di lingkungan pemerintah maupun sertifikasi yang bertaraf internasional. Apapun itu, tujuannya dalam rangka mempersiapkan SDM yang memadai untuk menjawab tantangan pengadaan barang/jasa yang ada sekarang dan di masa mendatang.

World Bank sebagai salah satu organisasi terkemuka di dunia juga memiliki program untuk pengembangan kompetensi khususnya di bidang pengadaan. Salah satunya adalah program sertifikasi pengadaan internasional yang dikenal dengan nama CPPP (Certificate Program in Public Procurement). Program ini dirancang bersifat keilmuan tentang pengadaan secara umum dan tidak terkait dengan regulasi pengadaan di World Bank maupun regulasi lainnya. Program pelatihannya pun sudah dibuat dalam bentuk kuliah terbuka yang tidak berbiaya (MOOC = Massive Open Online Course). Siapa pun bisa mengikuti program ini dari negara manapun. Saat ini program CPPP sudah tersedia dalam 7 bahasa.

LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah) saat ini sudah memiliki berbagai program pelatihan pengadaan dan sertifikasi pengadaan pemerintah. LKPP melihat program CPPP ini dapat diadopsi di Indonesia dan dapat digunakan untuk membantu meningkatkan literasi manajemen pengadaan secara umum. Oleh sebab itu LKPP mendukung World Bank untuk membuat CPPP versi Bahasa Indonesia, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks di Indonesia. Untuk merealisasikan CPPP versi Bahasa Indonesia ini, World Bank menunjuk ??? ?????????? untuk mempersiapkan manuscript e-Learning, membuat rancangan dan module e-Learning yang selanjutnya akan dimasukkan ke dalam platform Learning Management System CPPP di World Bank. Dengan demikian dalam waktu dekat kita akan dapat memanfaatkan layanan sertifikasi pengadaan CPPP berbahasa Indonesia.

Pada tanggal 2 Maret 2020, World Bank mengundang para pakar pengadaan barang/jasa yang tercatat sebagai fasilitator pengadaan barang/jasa pemerintah untuk memberi masukan terhadap final draft manuscript modul elearning CPPP yang sudah disiapkan oleh ??? ??????????. Acara ini dihadiri oleh 50 orang pakar dan nara sumber pengadaan barang/jasa dan diselenggarakan di kantor World Bank di BEJ Tower.